5 Gangguan Pencernaan Pada Anak yang Sering Terjadi

Anak-anak memang rentan terhadap penyakit, salah satu yang sering terjadi pada anak adalah gangguan pencernaan. Hal ini terjadi karena kondisi saluran cerna dan sistem anak belum kuat sehingga kumat mudah masuk ke dalam tubuh. Gangguan pencernaan pada anak terkadang tidak terdeteksi, maka dari itu sebagai orang tua Anda harus mengenali apa saja gangguan pencernaan pada anak.

  1. Intoleransi Laktosa

Masalah pencernaan ini terjadi karena  tubuh tidak dapat memproses laktosa secara optimal di dalam usus halus. Adapun gejala -gejala yang timbul setelah anak mengonsumsi laktosa biasanya berupa diare, kembung, nyeri perut, muntah, sering flatus, merah di sekitar anus, dan tinja berbau asam.

Makanan-makanan yang mengandung laktosa diantara adalah susu, keju, yogurt dan makanan yang mengandung susu. Sebagai orang tua, sebaiknya Anda membuat food diary untuk memantau apa saja yang dikonsumsi oleh anak dan yang menyebabkan intoleransi laktosa.

  1. Gastritis

Gastritis atau asam lambung terjadi karena ketidakseimbangan asam di dalam lambung. Masalah pencernaan ini terjadi karena infeksi bakteri, stress, makanan terlalu pedas dan makanan berlemak. Gejalanya adalah mual, kembung, muntah dan sakit perut.

  1. IBS (Irritable Bowel Syndrome)

Gangguan pencernaan ini mempengaruhi usus besar pada anak. Biasanya akan membuat penderitanya mengalami kontraksi pada otot saluran cernah yang bertugas untuk mendorong makanan melewati rongga usus.

Dinding dalam otot saluran cerna akan bereaksi lebih akibat stimulan ringan seperti susu dan stres emosional. Maka dari itu, penderita IBS akan mengalami kram perut, diare dan juga konstipasi. Penyebab IBS sendiri sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

Jika anak Anda mengalami IBS, ada beberapa cara untuk menanganinya yaitu dengan cara membuat catatan makanan untuk mengetahui makanan atau minuman yang menyebabkan IBS, biasakan anak untuk melakukan pola makan yang sehat, tidur yang cukup dan olahraga yang teratur.

  1. Radang Usus Buntu

Usus buntu biasanya dipicu karena adanya hambatan di pintu rongga usus buntu yang disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan, tinja atau parasit dan cedera perut. Gejala yang sering terjadi adalah mual, muntah, nyeri di sekitar area pusar serta perut kanan bagian bawah dan kehilangan nafsu makan.

  1. Gerd

Gerd adalah kondisi yang membuat anak muntah secara terus menerus. Gerd biasanya terjadi karena tekanan dari bawah kerongkongan atau otot kerongkongan yang melemah namun juga bisa dipicu oleh intoleransi makanan, kelainan anatomi lambung dan stres.

Gejala umum yang sering terjadi saat anak mengalami Gerd adalah sakit menelan, sering batuk, serak, sendawa berlebih, mual, asam lambung terasa di tenggorokan dan panas dibagian dada. Penanganan yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan meninggikan posisi kepala anak saat tidur dengan dua bantal. Jangan biarkan anak langsung tidur setelah selesai makan.

Itulah 5 gangguan pencernaan pada anak yang sering terjadi. Jika anak Anda mengalami gangguan-gangguan pencernaan tersebut, ajak ia untuk berkomunikasi dan berikan penjelasan mengenai apa yang terjadi. Segera konsultasi kepada dokter jika gangguan pencernaan tidak segera membaik.